Usaha Agribisnis Purworejo
Jumat, 11 September 2015
Kamis, 06 Desember 2012
PROPOSAL PKM-K
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
“Pemanfaatan Bangkai Ayam sebagai Bahan
Baku Pellet Ikan”
BIDANG KEGIATAN
PKM-K
Diusulkan Oleh:
1.
Didik Kurniadi (D1E011117/Angkatan 2011)
2.
Amin
Safangat (D1E011122/Angkatan 2011)
3.
Dhimas Agung
Pamungkas (D1E011138/Angkatan 2011)
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2012
1.
Judul Kegiatan :
Pemanfaatan Bangkai Ayam sebagai Bahan Baku
Pellet Ikan
2.
Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-M ( )PKM-KC
( √ ) PKM-K ( ) PKM-T
3.
Ketua Pelaksana Kegiatan
a.
Nama Lengkap :
Didik Kurniadi
b.
NIM :
D1E011117
c.
Jurusan :
Peternakan
d.
Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Jenderal Soedirman
e.
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Prigelan, RT:01/03, Pituruh,
Purworejo
f.
Alamat email :
dhimasagung69@gmail.com
4.
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 Orang
5.
Dosen Pendamping
a.
Nama Lengkap dan Gelar : Dr.Ir.Wardhana
Suryapratama,MS
b.
NIDN :
0021065402
c.
Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Merdeka 38 Purwokerto dan
08882669743
6.
Biaya Kegiatan Total
a.
Dikti :
Rp 11.521.000,00
7.
Jangka Waktu Pelaksanaan : 12
Bulan
Purwokerto,
24 Oktober 2012
Menyetujui
Pembantu Dekan III Ketua Pelaksana
Dr.drh.Muhammad Samsi,MP Didik Kurniadi
NIP. 19571007 198703 1 001 NIM.D1E011117
Pembantu Rektor III Dosen
Pendamping
Prof.Dr.Imam
Santosa,M.Si Dr.Ir.Wardhana
Suryapratama,MS
NIP.19611001 198803 1
001 NIP. 19540621 198211 1 001
DAFTAR ISI
Cover....................................................................................................... i
Lembar Pengesahan................................................................................. ii
Daftar Isi................................................................................................. iii
A. Latar Belakang................................................................................... 1
B. Perumusan Masalah............................................................................ 2
C. Tujuan................................................................................................. 2
D. Luaran yang Diharapkan.................................................................... 2
E. Kegunaan............................................................................................ 3
F. Gambaran Rencana Usaha.................................................................. 3
G. Metode Pelaksanaan........................................................................... 5
H. Jadwal Kegiatan................................................................................. 9
I. Rancangan Biaya................................................................................. 10
a. Biaya Pra Operasi........................................................................ 10
b. Investasi Tetap............................................................................. 10
c.
Biaya
Variabel............................................................................. 10
d. Biaya Tetap.................................................................................. 11
e. Total Biaya Keseluruhan............................................................. 11
f. Penghasilan Perbulan................................................................... 11
J. Lampiran.............................................................................................. 12
A.
Latar
Belakang Masalah
Banyaknya peternak ayam, baik
ayam petelur maupun ayam pedaging yang berkembang saat ini menjadikan
peternakan ayam menjadi salah satu komoditas utama dalam bidang peternakan.
Setiap peternak mempunyai ribuan ekor ayam bahkan sampai ratusan ribu ekor ayam
dalam farm yang mereka kelola. Hal ini merupakan usaha peternak untuk memenuhi
kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung nilai gizi salah satunya adalah
daging ayam dan telur ayam merupakan faktor utama meningkatnya permintatan
terhadap daging dan telur ayam sekarang ini.
Usaha peternakan ayam tidak selalu berjalan mulus. Tidak semua ayam
yang mereka pelihara dapat hidup sampai waktu batas dipanen untuk ayam pedaging
dan sampai mampu memproduksi telur untuk ayam petelur.. Kematian pada ayam bisa mencapai 10-20 %.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan ayam mati sebelum masa panen. Beberapa
penyebab terjadinya kematian pada ayam karena terserang penyakit karena virus
dan bakteri, stress pada ayam karena menejemen kandang yang kurang bagus, atau
bisa juga karena manajemen pakan yang kurang bagus. Banyak peternak yang
membuang bangkai ayam sembarangan, ada yang membuangnya ke sungai, atau hanya
membuangnya di tempat sampah. Kurangnaya pengetahuan peternak tentang
pemanfaatan bangkai ayam, akan menambah pencemaran lingkungan, terutama
pencemaran udara. Hanya sedikit peternak yang mau untuk mengolah bangkai ayam
tersebut. Ayam yang baru saja mati kemudian dilakukan proses pengolahan baik di
rebus maupun dibakar. Hasil proses tersebut dapat dimanfaatkan untuk pakan
ikan, terutama ikan lele. Dengan cara ini, maka nilai ekonomis bangkai ayam
akan meningkat dan lebih bermanfaat. Tidak semua orang mau untuk melakukan hal
tersebut, ada sebagian orang yang jijik dan takut untuk memegangnya. Maka
diperlukan suatu cara pengolahan yang lebih baik agar diterima oleh semua
orang, salah satu caranya yaitu dengan memproses bangkai ayam menjadi pellet
ikan, maka orang tidak akan merasa jijik apalagi takut untuk memegangnya. Dari
segi ekonomi juga dapat menguntungkan peternak karena bangkai ayam mereka dapat
dimanfaatkan untuk usaha yang lain, yaitu penyediaan pakan ikan. Dengan semakin
mahalnya bahan-bahan pakan ikan, maka daging bangkai ayam merupakan suatu
alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi hal tersebut. Cara mendapatkan
bangkai ayam cukup mudah, karena setiap peternakan pasti ada, dan secara
ekonomis pun membantu pendapatan peternak.
B.
Rumusan
Masalah
Saat ini masih banyaknya orang yang membuang bangkai ayam sembarangan
sehingga dapat mencemari lingkungan,dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Untuk
mengurangi hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan dengan memanfaatkna bangkai
dari ayam untuk pakan ikan. Faktanya sekarang ini harga pellet ikan cukup
mahal, padahal biaya pakan dalam usaha peternakan adalah yang paling tinggi,
yaitu mencapai 60% atau lebih. Sebagian orang yang telah mengetahui hal inipun
masih enggan untuk melakukannya, karena merasa jijik untuk memegang bangkai
ayam. Maka perlu pengolahan kemasan yang lebih menarik dan higenis agar
menarik, dan orang tidak lagi jijik untuk memegangnya. Saat ini pengolahan
bangkai ayam untuk pakan ikan hanya dibakar ataupun direbus kemudian langsung
diberikan pada ikan.
C.
Tujuan
Program
1. Memanfaatkan limbah peternakan untuk dijadikan
pellet ikan.
2. Menciptakan pellet dengan kandungan nutrien
yang tinggi dan murah.
3. Mengembangkan vasiasi produk pellet yang ada
di pasaran.
4. Menghasilkan gagasan usaha baru yang dapat
diterima baik oleh masyarakat.
5. Menciptakan lingkungan yang sehat dengan
penanganan limbah peternakan yang baik.
D.
Luaran
yang Diharapkan
1. Terbentuknya partisipasi peternak untuk
memanfaatkan limbah peternakan sehingga lebih bermanfaat dan menguntungkan.
2. Terwujudnya keterampilan mahasiswa untuk
berwirausaha.
3. Terciptanya sebuah usaha baru sebagai sumber
pendapatan bagi mahasiswa.
4. Terciptanya produk pellet ikan yang inovatif.
E.
Kegunaan
Program
1. Menumbuhkan jiwa entrepreneurship
2. Meningkatkan nilai ekonomi limbah peternakan
3. Menambah pendapatan peternak dari hasil limbah
peternakan.
4. Menambah keuntungan bagi peternak ikan dengan
harga pellet yang murah.
F.
Gambaran
umum rencana usaha
1. Diskripsi usaha
Usaha pembuatan pellet ikan menggunakan bangkai ternak yaitu ayam
merupakan trobosan yang inovatif dalam hal pemanfaatan limbah peternakan. Usaha
ini akan memberikan dampak yang baik bagi peternak ayam, peternak ikan dan
memberikan lingkungan yang sehat. Usaha ini juga memiliki provit yang bagus,
karena bangkai ayam memang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang, sehingga tidak
dibutuhkan banyak budget untuk memproduksi pellet ikan ini.
Proses dalam pembuatan pellet ini dengan mencabuti bulu ayam, kemudian
mencacah bangkai ayam. Langkah selanjutnya cacahan bangkai ayam tersebut di
campur dengan bungkil kelapa, dedak halus, dan tepung
kedelai,hingga merata. Kemudian buat
pula larutan dengan campuran vitamin mix dan mineral mix dalam wadah yang
terpisah. Kemudian kedua wadah tersebut dicampurkan hingga merata. setelah itu
membuat perekat dari tepung sagu dengan volume air 500 ml untuk 1 Kg pakan
setelah merata dan kental kemudian
dicampurkan dengan campuran tadi sampai merata.kemudian membentuk adonan pakan
diatas menjadi gumpalan-gumpalan untuk memudahkan dalam proses pencetakan
pellet. Pencetakan pellet dengan mesin disesuaikan dengan piringannya sesuai
ukuran pellet yang dikehendaki. Pengeringan pellet bisa dengan menggunakan oven
dengan suhu 600C selama 24 jam atau diangin- anginkan/dijemur hingga
kering. Langkah terakhir mengemas pakan dan menyimpannya ditempat dingin dan
kering.
2. Analisis Produk
a.
Karakteristik
produk
Produk
pellet yang kami produksi dikemas dalam wadah plastic yang kedap udara. Pellet
yang kami produksi memiliki berbagai ukuran sesuai umur ikannya. Ukuran diameter pellet 2 mm, ukuran 4 mm, dan ukuran
6mm. pellet dengan ukuran 2 mm digunakan untuk ikan dengan umur 1 minggu pellet
dengan ukuran 4 mm untuk ikan dengan umur 3 minggu dan pellet dengan ukuran 6 mm untuk ikan
dengan umur diatas 1 bulan
b.
Keunggulan
Produk dibandingkan Produk lainnya di Pasaran
Pellet
ikan yang kami produksi memiliki perbedaan dengan pellet ikan biasa. Pellet
ikan ini menggunakan bahan berupa daging dari limbah bangkai ayam. Sementara
pellet ikan biasanya menggunakan tepung ikan. Harga yang kami tawarkan untk
produk ini juga cukup murah, karena memeang biaya produksi untuk pellet ikan
ini juga murah. Kandungan nutrient pellet ikan yang kami produksi cukup lengkap
dan akan membuat pertumbuhan ikan maksimal.
3.
Analisis
Peluang dan Pemasaran Produk
a.
Peluang
Pasar
Pellet
ikan yang ada di pasaran sekarang ini memiliki harga sekitar Rp 7.000,00/kg dan
kami menawarkan dengan harga 5500/kg. Kandungan dalam pellet ikan yang kami
produksi cukup lengkap dan mirip seperti kandungan pellet ikan biasa namun
tepung ikan diganti dengan daging giling yang diperoleh dari bangkai ayam.
b.
Strategi
Pemasaran
1.
Produk
Sistem produksi yang diterapkan adalah membuat
pellet dengan prosedur dan tahapan yang
benar, menghasilkan pellet yang sempurna dengan kandungan nutrient yang lengkap
dan siap pakai. Pellet dikemas dalam kemasan plastik 0,5 kg, 1 kg, dan 2 kg.
2.
Harga
Produk pellet kami jual dengan harga 3500
untuk kemasan 1 kg, 2500 untuk kemasan ½ Kg,
untuk kemasan 2 kg, dan 15.000 untuk kemasan 5 kg. Harga yang kami
tawarkan sangatlah ekonomis dan kami selalu menjaga kualitas produk kami.
3.
Distribusi
Daerah pemasaran produk meliputi wilayah
Kabupaten Banyumas dan sekitarnya meliputi Purbalingga,Banjarnegara,Kebumen,dan
Cilacap. Adapun sistem yang kami gunakan dengan cara memasukkan produk ke
toko-toko makanan ternak, koperasi dan juga ke took ikan hias. Kami juga
menjualnya langsung ke peternak Sasaran kami adalah para peternak ikan konsumsi
dan ikan hias.
4.
Promosi
Untuk mengawali pemasaran penjualan dilakukan
dengan cara mendatangi konsumen langsung, terutama kelompok-kelompok peternak
ikan, para penghobi ikan hias,dan melalui penyuluhan di desa-desa. Promosi juga
kami lakukan melalui internet ( Facebook, blog, dan twiter ) dan juga dengan
penyebaran brosur serta melalui media cetak local (Satelit pos, Radar Banyumas,
dan lain-lain). Kami juga akan melakukan promosi dengan cara memberian pellet
gratis bagi para peternak ikan dan penjual makanan ternak. Setelah mereka
mencoba dan hasilnya bagus, mereka yakin bahwa produk yang kami tawarkan sangat
berkualitas.
G.
Metode
Pelaksanaan Program
Metode pelaksanaan program meliputi beberapa tahap, yaitu:
1.
Tahap
Sosialisasi
Tahapan sosialisasi ini adalah tahap dimana
kami mensosialisasikan usulan pembuatan produk kepada para kelompok peternak
ikan yang berada disekitar Banyumas, yakni daerahnya mencangkup Purbalingga,
Banjarnegara, Kebumen dan Cilacap. Salah satu cara kami mensosialisasikannya
melalui penyuluhan. Kami mengunjungi daerah-daerah yang banyak peternak,
terutama peternak ayam.
2. Tahap Perjanjian Kerjasama
Penulis melakukan perjanjian dengan para
peternak ayam yang berminat untuk menjadi pensuplai limbah peternakan berupa
bangkai ayam tersebut dengan harga yang telah disepakati.
4.
Tahap
Pembuatan Produk
Cara pembuatan pellet ini adalah sebagai
berikut:
a. Bangkai ayam direndam menggunakan air mendidih
kurang lebih selama 15 menit.
b. Angkat, kemudian cacah bangkai ayam menjadi
potongan kecil-kecil.
c. Masukkan potongan-potongan tersebut kedalam
mesin penggiling sampai potongan-potongan tersebut menjadi halus.
d. Campur gilingan daging, dedak halus, tepung
tapioka dalam bak.
e. Campur juga vitamin dan air dalam wadah yang
berbeda.
f. Kedua campuran tersebut dicampur dalam 1 wadah
kemudian dimasukkan dalam mesin pencetak pellet.
g. Pellet yang telah tercetak dimasukkan ke dalam
oven sampai pellet kering.
h. Pellet yang sudah kering kemudian diangin-anginkan
untuk menghilangkan panas dan kemudian dikemas dalam plastik.
5.
Tahap
Publikasi
Pada tahap ini produk pupuk organik cair dan pupuk organik padat
dipublikasikan dengan cara memasukkan ke toko pertanian, penjual tanaman
hias,serta melakukan pembagian brosur, dan iklan melaui media cetak dan
elektronik.
6.
Tahap
Pemasaran
Produk pellet yang telah kami produksi kami
pasarkan kepada peternak ikan konsumsi dan peternak ikan hias yang ada di
Banyumas dan sekitarnya, seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara,
Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen. Produk pellet ini juga kami jual
melalui koperasi dan took pakan ternak. Konsumen bisa membelinya langsung
kepada kami, ataupun membelinya di koperasi dan took pakan ternak. Untuk
pemesanan dalam jumlah banyak juga bisa melalui internet , yaitu facebook atau
blog. Konsumen yang sudah mengirimkan sejumlah uang akan mendapatkan produk
pellet tersebut dalam beberapa hari kemudian, tergantung kesepakatan.
Keuntungan Perbulan
|
G. Penghasilan Perbulan
|
|||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga
|
Total Biaya
|
|
1
|
Pellet ukuran 1/2 kg
|
120
|
pack
|
3000
|
360000
|
|
2
|
Pellet ukuran 1 kg
|
30
|
pack
|
5500
|
165000
|
|
3
|
Pellet ukuran 2 kg
|
20
|
pack
|
7500
|
150000
|
|
Total
|
675000
|
||||
Keuntungan = Pendapatan – Biaya Operasional
= Rp 675.000,00 – Rp 363.000,00
= Rp 312.000,00 (Keuntungan perhari)
= Rp 312.000,00 x 30
= Rp 9.360.000,00
B/C ratio = 1,85
Pay Back Periode (PBP)
Pay back period adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan
adanya arus penerimaan (cash In flows) secara kumulatif sama dengan
jumlah investasi.
Perhitungan Pay Back Period (PBP):
Pengembalian modal = total modal x 3 periode
Pendapatan bersih
=
Rp 11.521.000,00 x 3 periode
Rp 9.360.000,00
=
1,23 bulan
x 3 periode
= 3,6 periode, 1 periode = 1 bulan
= 3,6 bulan
Break Even Point (BEP)
Break even point (titik impas) adalah suatu titik keseimbangan
dimana total benefit sama besarnya dengan total pengeluaran. Penghitungan BEP
dalam suatu studi kelayakan bisnis bertujuan untuk menentukan berapa lama waktu
yang
diperlukan proyek/usaha untuk dapat menutup seluruh biaya. Perhitungan
Break Even Point (BEP):
i. Biaya tetap : Rp 1.080.000 ,00
ii. Biaya tidak tetap : Rp 363.000,00
iii. Hasil usaha : Rp 675.000,00
BEP (Break Event Point) = Biaya Tetap : [ 1-(Biaya Tidak Tetap : Hasil
Usaha)]
= Rp 1.080.000,00 :[1-( Rp 363.000,00:
Rp675.000,00)]
= Rp 2.336.538,00
A. Jadwal Kegiatan
Program
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Program
|
No.
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan I
|
Bulan II
|
Bulan III
|
Bulan IV-XVIII
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1.
|
Penerimaan Dana
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahap Perencanaan
Pembuatan Produk
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahap
Perjanjian Kerjasama
|
|
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahap Publikasi
|
|
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pemasaran
|
|
|
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|
|
2.
|
Pelaporan
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
Penyusunan
Laporan Kegiatan
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
Pengiriman
Laporan Kegiatan
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
3.
|
Laporan akhir bulan
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
|
|
|
X
|
H.
Rancangan
Biaya
|
A. Biaya Pra Operasi
|
|||||||||||||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga (Rp)
|
Total Biaya (Rp)
|
||||||||||
|
1
|
Pembuatan Proposal
|
3
|
Buah
|
30000
|
90000
|
||||||||||
|
|
Total Biaya
|
|
|
|
90000
|
||||||||||
|
B. Investasi Tetap
|
|||||||||||||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga (Rp)
|
Total Biaya (Rp)
|
||||||||||
|
1
|
Bak ember (Besar)
|
2
|
Buah
|
15000
|
30000
|
||||||||||
|
2
|
Bak ember (Kecil)
|
2
|
Buah
|
10000
|
20000
|
||||||||||
|
3
|
Sekop
|
2
|
Buah
|
25000
|
50000
|
||||||||||
|
5
|
Sewa mesin pencetak
pellet
|
1
|
Buah
|
4000000
|
4000000
|
||||||||||
|
6
|
Sewa mesin giling
|
1
|
Buah
|
4000000
|
4000000
|
||||||||||
|
7
|
Sewa oven
|
1
|
Buah
|
200000
|
200000
|
||||||||||
|
8
|
Pisau
|
5
|
Buah
|
10000
|
50000
|
||||||||||
|
10
|
Timbangan Digital
|
1
|
Buah
|
250000
|
250000
|
||||||||||
|
11
|
Lampu
|
2
|
Buah
|
40000
|
80000
|
||||||||||
|
12
|
Sewa alat press
|
1
|
Buah
|
300000
|
300000
|
||||||||||
|
14
|
Kompor
|
1
|
Buah
|
300000
|
300000
|
||||||||||
|
15
|
Tabung gas 15 kg
|
1
|
Buah
|
500000
|
500000
|
||||||||||
|
16
|
1 set Regulator
|
1
|
Buah
|
100000
|
100000
|
||||||||||
|
Total
|
9880000
|
||||||||||||||
|
C. Biaya Variabel
|
|||||||||||||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga (Rp)
|
Total Biaya (Rp)
|
||||||||||
|
1
|
Bangkai Ayam
|
40
|
Ekor
|
2000
|
80000
|
||||||||||
|
2
|
Tepung Pati Kanji
|
20
|
Kg
|
5000
|
100000
|
||||||||||
|
3
|
Vitamin
|
5
|
Liter
|
10000
|
50000
|
||||||||||
|
4
|
Dedak halus
|
25
|
Kg
|
3000
|
75000
|
||||||||||
|
5
|
Plastik kemasan ukuran
1/2 Kg
|
1
|
Pack
|
8000
|
8000
|
||||||||||
|
6
|
Plastik kemasan ukuran
1 Kg
|
1
|
Pack
|
7000
|
7000
|
||||||||||
|
7
|
Plastik kemasan ukuran
2 kg
|
1
|
Pack
|
8000
|
8000
|
||||||||||
|
Total
|
363000
|
||||||||||||||
|
E. Total Biaya Keseluruhan
|
||
|
No.
|
Uraian Biaya
|
Total biaya (Rp)
|
|
1
|
Pra operasi
|
90000
|
|
2
|
investasi tetap
|
9880000
|
|
3
|
Biaya variabel
|
471000
|
|
4
|
Biaya tetap
|
1080000
|
|
Total Keseluruhan
|
11521000
|
|
|
F. Penghasilan Perbulan
|
|||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga (Rp)
|
Total Biaya (Rp)
|
|
1
|
Pellet ukuran 1/2 kg
|
120
|
pack
|
3000
|
360000
|
|
2
|
Pellet ukuran 1 kg
|
30
|
pack
|
5500
|
165000
|
|
3
|
Pellet ukuran 2 kg
|
20
|
pack
|
7500
|
150000
|
|
Total
|
675000
|
||||
|
D. Biaya Tetap
|
|||||
|
No
|
Uraian
|
Volume
|
Satuan
|
Harga (Rp)
|
Total Biaya (Rp)
|
|
1
|
Sewa tempat produksi
|
1
|
Unit/bulan
|
250000
|
250000
|
|
2
|
Transportasi
|
1
|
Rp/bulan
|
300000
|
300000
|
|
3
|
Listrik
|
1
|
Rp/bulan
|
30000
|
30000
|
|
4
|
Promosi
|
1
|
Rp/bulan
|
500000
|
500000
|
|
Total
|
1080000
|
||||
K.
Lampiran
Lampiran 1.Biodata
A.
Biodata
Tim PKM
|
1. Ketua
|
|
|
|
Nama lengkap /NIM
|
:
|
Didik Kurniadi/ D1E011117
|
|
Jurusan/Prodi/Fakultas
|
:
|
Ilmu Peternakan/ Fakultas Peternakan
|
|
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat kos
|
:
:
|
Purworejo, 16 Januari 1993
Jl. Gunung Muria,
Gg.Mangga 3,Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas
|
|
N0. HP
|
:
|
08986654207/085292384812
|
|
2. Anggota
|
|
|
|
Nama lengkap /NIM
|
:
|
Dhimas Agung Pamungkas/ D1E011138
|
|
Jurusan/Prodi/Fakultas
|
:
|
Ilmu Peternakan/ Fakultas Peternakan
|
|
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat kos
No.HP
|
:
:
:
|
Wonosobo, 3 Februari 1993
Perumahan Griya Satria I Blok A7, Kelurahan
Bancarkembar, Purwokerto Utara, Banyumas
089665792738
|
3. Anggota
|
Nama lengkap /NIM
|
:
|
Amin Safangat / D1E011122
|
|
Jurusan/Prodi/Fakultas
|
:
|
Ilmu Peternakan/ Fakultas Peternakan
|
|
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat kos
No. HP
|
:
:
:
|
Purbalingga, 20 September 1992
Kelurahan sumampir RT 01/01, Purwokerto utara,
Banyumas
085747747193
|
B. Biodata Dosen Pembimbing
IDENTITAS DIRI
|
Nama
|
:
|
Dr.Ir. Wardhana Suryapratama, MS
|
|
NIP
|
:
|
19540621 198211 1 001
|
|
NIDN
|
:
|
0021065402
|
|
Tempat & Tanggal Lahir
|
:
|
Salatiga, 21 Juni 1954
|
|
Jenis Kelamin
|
:
|
Laki-laki
|
|
Status Perkawinan
|
:
|
Kawin
|
|
Agama
|
:
|
Islam
|
|
Pangkat/Golongan
|
:
|
Pembina Tk.I/IV-b
|
|
Jabatan Fungsional
|
:
|
Lektor Kepala
|
|
No.Sertifikat Dosen/Tahun
|
:
|
08102305025/Tahun 2008
|
|
Unit Kerja
|
:
|
Fakultas Peternakan Unsoed
|
|
Alamat Rumah
|
:
|
Jl. Merdeka 38 Purwokerto 53116
|
|
No.Telp/Hp
|
:
|
0281 636113 / 08882669743
|
|
Alamat E-mail
|
:
|
mas_eo@yahoo.com/wardhanaunsoed@gmail.com
|
C.
Bagan Pembuatan Produk
Langganan:
Postingan (Atom)
